I'm in Trouble!!!

20.58

Hari Senin mungkin menjadi hari yang paling menyebalkan bagi kebanyakan orang. Tapi bagi London, Senin adalah hari favoritnya karena dihari itu ada pelajaran Biologi. Yah, memang sih, banyak artis yang lebih memilih jurusan Arts untuk mendalaminya pekerjaannya... Acting, nyanyi, lukis, dan blah blah blah. Saat kerja acting, lalu sekolah jurusan acting. Semoga saja kau tidak bosan melakukan hal yang sama setiap harinya. Buktinya, Justin Bieber memilih jurusan Ekonomi disini. Mustahil kan menyanyi terus-menerus. Yang ada malah hilang suaranya.
Hm, baru saja sampai di depan kelas Biologi, London sudah dicegat dengan Mr. Greg untuk memasuki kelasnya.
"London Kayle Hills" Duh! Dipanggil dengan nama lengkap, itu tanda buruk bagi London. Entah, hukuman karena terlambat masuk kelas, tidak piket, atau tidak mengikuti pelajaran Sejarah kemarin.
"Ya Mister? Hehehe" London cengengesan.
Mr. Greg mengerutkan kening dan mengacak pinggang, "Saya rasa kamu tahu tentang apa yang terjadi di sepanjang koridor tadi pagi"
London bingung. Ia menengok ke kelas, murid kelas Biologi sudah berkumpul semua. "Maaf Mister, tapi saya tidak mengetahui apa-apa dan saya tidak mengerti maksud Anda. Bolehkah saya masuk sekarang?"
"Miss Hills, anda selalu mengatakan hal yang sama ketika Anda dalam masalah"
"Saya serius Mister, saya tidak tahu apa-apa"


"Bagaimana dengan ini?" Mr. Greg menunjukkan foto dalam HPnya.
Mata London terbelalak. "WOW!!!!! Hebat sekali!!! IDE BAGUS UNTUK PRANK SELANJUTNYA!!!" ucap London kegirangan.
"Aku harus menggunakan cara ini untuk Ally kalau ia macam-macam!" ia menyadari perkataannya lalu terdiam.
"Sepertinya kita sudah tahu pelakunya" 

"Tapi Mister, saya memang suka melakukan prank. Tapi yang melakukan ini bukan saya"
"Tidak ada tapi-tapian. Setelah kelas saya usai, kamu menghadap kepala sekolah. Ini adalah perintah"
***
Kenyataan pahit memang menimpa London. Ia dituduh meletakan seribu cup berisi air disepanjang koridor. Tidak ada alasan untuk menunjukkan kalau bukan dirinya yang melakukan aksi prank gila itu. Kepala sekolah juga tidak memiliki bukti nyata kalau London adalah pelakunya. Tapi aksi prank-prank lalu yang dilakukan London sudah cukup menjadi bukti bagi Kepala Sekolah. 
Sebagai hukuman, London disuruh menggantikan tugas janitors -yang sakit pinggang karena mengangkat cups- selama seminggu. 
Itu artinya...
London harus bangun lebih pagi untuk mengepel sekolah! Astaga. Tiap harinya saja tidak yakin akan terlambat atau tidak.
Siapapun yang melakukan ini tidak akan kumaafkan! 
Ia berjalan ke Caffe Latte, salah satu tempat istirahat favorit di Brightside untuk istirahat dan menyiapkan pelajaran selanjutnya. Sesampainya di Caffe Latte, London mendengar seseorang memanggil namanya!
"LOLLY!!!"
Ia sudah tahu siapa itu. Hanya satu orang di dunia ini yang memanggilnya dengan nama yang terdengar sangat bodoh seperti itu. Allison Young. Yah, Ally.
"Hey Lolly, lets have a sit with me"
Londoh memutar bola matanya. Yah, tidak ada pilihan lain. Baiklah. "Bisakah kamu menghentikan panggilan bodoh itu?"
"I called you Lolly, not stupid. Okay? Have a deal with it. What do you want to offer, Lolly?"
Terserah deh. "Es Cappuccino"
"Okay" Ally memanggil pelayanan dan memesan pesananku serta pesanannya. Tak lama kemudian, pesanan kami datang.
"Lolly" Ally membuka pembicaraan. "Kamu tahu apa? Mom baru saja datang dan memberikan anjing baru ini. Dia tahu banget aku pengen anjing selama ini. Lihat? Dia imut bangeeet, bulunya juga lembut... Aku beri nama dia Dolys! Kependekan dari Dog of Lolly and Ally. Karena kita akan merawat anjing ini bersama selama di asrama!" 
Oh Tuhan. Mimpi apa aku semalam? Tadi kepala sekolah dan hukuman, sekarang Ally dan anjingnya lagi? Aku tahu hari Senin ini buruk, tapi aku tidak menyangka akan seburuk ini. 
"Maaf Ally, aku sudah bertemu banyak anjing di tempat syuting. Tapi aku enggak bisa merawat anjing. Jadi sebaiknya, ganti saja namanya dengan Dallys" Dog of Ally The Stupid.
Ally menggelengkan kepalanya. "Tidak Lolly. Kau harus ikut merawatnya. Nanti aku ajarkan. Sekalian buat latihan, siapa tahu ada adegan dimana kamu harus merawat anjing, bukan?"
London memutar bola matanya lagi. Baginya, Ally dan BAJU-BAJUNYA saja sudah cukup, kalau ia harus merawatnya, gulung saja Dolys dengan baju-baju Ally. Tidak repot kan?
Belum lagi London menjawab pernyataan Ally, seseorang menyolek pundaknya. 
"Hi London"
"Sudah dapat masalah? Apa hukuman dari Kepala Sekolah? Hmm... biar kutebak, menjadi janitor selama seminggu?" ucapnya laki-laki itu tertawa.
London mengerutkan kening. "Jangan bilang kalau kamu yang...."
"Yang apa?"
"KURANG AJAR!!! Ternyata kamu!!!" London memukul-mukul badan laki-laki itu. "CEPAT MENGAKU KE KEPALA SEKOLAH!!! AKU SAJA TIDAK TAHU SIAPA KAMU!!! DASAR
!!!!"
"Oh tidak semudah itu. Perkenalkan, aku Cole. Jurusan Arts, seni lukis. Cups yang tadi pagi itu sebagai tanda perkenalanku. Kita memiliki kesamaan. Aku suka melakukan aksi prank. Yang aku tahu kamu selalu lolos dari hukuman. Tidak apa kan sekali-kali menjadi janitor?"
Ally sedari tadi hanya mendengar London dan Cole, "Sorry guys, but i don't know what you're talking about? Sepertinya sebagai teman sekamar, aku berhak untuk tau, Lolly?"
"Oooh. Kamu tidak perlu tahu Ally" ucap London.
"Karena sekarang, aku harus menghabisi laki-laki ini!!!!!" London mengejar Cole. Cole berlari dengan kecepatan 20km/jam. "KAMU HARUS MENGAKU KE KEPALA SEKOLAH!!!"
Dan esok paginya, London dan Cole mengepel lantai bersama. Akibat mereka berlarian di sepanjang koridor dan mengganggu kegiatan mengajar kelas lain. 

Begitulah persahabatan itu dimulai. London, Ally, dan Cole. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama di Brightside Academy.

You Might Also Like

0 feedbacks ★