Slow Life

07.20

How's life in Jakarta? Sudah merasakan kehidupan keras disana? 

It takes a moment to answer this question. Because to be honest, I felt different.

For these past two years, as this pandemic goes, I went to Jakarta not for vacation as I used to. More than that, I went there for a special occasion, taking care the health of my brother, mine, and my mom. 

Jakarta bagiku, selama dua tahun ini, bukanlah kota metropolitan, dengan segala kemacetan dan langit yang penuh polusi -aku jarang melihatnya karna lebih banyak di rumah. 

Jakarta adalah tempat dimana aku menghabiskan waktu dengan orang-orang tercinta, berusaha membuat mereka tersenyum walau keadaan tidak berkata demikian, memastikan mereka sudah meneguk tablet dan kapsul, dan menempatkan diriku bukan sebagai prioritas. Aku pun juga mengarungi kemacetan Jakarta. Namun pikiranku bukan tertuju kepada waktu yang terbuang, melainkan harapan bahwa setelah sampai di tempat tujuan, yang aku dengar adalah kabar baik.  

I'm living a slow life in Jakarta, I answered.


October, 2021

Langit

04.20

Ada kabar dari langit,

katanya, 

Kai menyaksikan sumpah dokter kemarin.

Satu ruangan menjadi harum tiba-tiba

ketika namaku dipanggil,

dan menghilang tiba-tiba

ketika aku turun dari podium.


Langit,

sampaikan ini kepada Kai.

Apa yang ingin dia katakan kepadaku?

Tanda tanya Kai waktu itu, kini telah terjawab.

Maka langit,

berikanlah jawaban atas pertanyaanku ini,

meskipun di alam mimpi.



Agustus, 2021

Places

03.22

Waktu aku sakit kemarin, ada satu pertanyaan yang dilontarkan Mamaku.

“Kalau sudah sembuh dan Covid-19 inshaAllah sdh gak ada, Amel mau kemana?”

Antara pikiran apakah aku bisa pergi sementara saat ini bangkit dari tempat tidur saja dengan susah payah, aku jadi berangan-angan…

Jika benar sembuh dan Covid-19 sirna, aku mau pergi ke mana ya?

”Ke Manado…” jawabku.

”Kalau luar negri?”

”Mekkah…”

”Jadi kalau di Indonesia mau ke Manado, kalau luar negri mau ke Mekkah ya. Nanti kita kesana ya, Nak.” Ucap Mama ku sambil tersenyum.

Sepertinya mulai saat ini itu menjadi pertanyaan wajib yang ditanyakan orangtua kepada anak setiap sakit…


Bcs hope is an important thing



Agustus, 2021

Menapak

02.42

Bulan lalu, aku dinyatakan lulus menjadi dokter.


Rasanya beban sepanjang setengah tahun ini terlepas, karna akhirnya target tahun ini tercapai sesuai dengan harapan. Meskipun kadang aku masih sering keceplosan berdoa "Ya Allah luluskan lah aku dengan nilai yang baik" karna doanya udah mode otomatis. 

Jika ada satu hal yang kuharap dapat kulakukan namun tidak bisa, itu adalah menyampaikan pesan kepada diriku 2 tahun lalu. Ingin sekali kubilang kepada Amalia Aswin di tahun 2019..

Kamu gak perlu mempertanyakan,
mengapa kamu mau A tapi Allah kasih B,
kamu pikir B itu buruk untukmu,
tapi dibalik itu, 
Allah memberi BCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ.

Dibalik setiap kejadian, Mamaku selalu bilang, pasti ada hikmahnya. Dan dalam doaku, aku yakini sekali itu. Aku gak tau kenapa ini bisa terjadi, tapi Ya Allah, aku yakin pasti ada kebaikan yang aku tidak ketahui, dan aku percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya, hanya saja aku yang belum tahu. Begitulah ucapku selama ini.

Beberapa kali aku membuktikan hal itu. Entah aku diberikan petunjuk bahwa ini adalah hikmahnya dalam satu bulan... dua bulan... enam bulan... setahun kemudian... Allah pasti menunjukkan hal itu padaku.

Dan terlepas segala yang kulalui, Allah memberikan hadiah yang besar untukku. 
Sesuatu yang tak pernah kurencanakan sebelumnya, yang dalam doa akupun malu-malu, bisa tercapai gak ya? Allah, dia pemilik segalanya, dia berkuasa atas segala sesuatu, yang dengan kuasanya membolak-balik hati manusia.

Allah, 

Betapa disini aku ingin menjelaskan kepada yang membaca, bahwa selalu percaya dan berpegang teguh terhadap Allah. Percaya dengan rencananya, dan percaya dengan Qada dan Qadarnya. 

Namun sepertinya sampai disini saja, karna aku tak kuasa menahan air mata.

Semoga perjalanan setelah ini dimudahkan, dan cita-cita selanjutnya Allah panjatkan.





Agustus, 2021

Far

05.43

Not believing about the existence of Covid-19

is like

we’ve already preparing to live on Mars

while you’re still believing that Neil Armstrong’s Moon landing is a conspiracy


Too far...




July, 2021


Eat

16.30

Pada suatu hari, Mama datang membawa sepiring nasi untukku. Aku masih tryout ketika sekeluarga makan malam sehingga aku makan sendiri. Selesai memakannya di ruang tengah, aku kembali ke kamar dan mendapati Mamaku yang berkata “Nak, taruh piringnya di tempat pink, jangan di meja.”

Aku menuruti perintah Mama namun terkejut menyadari bahwa Mama tidak melihat itu semua secara langsung. 

“Kok Mama tau? Mama kan ga liat.”

Mama pun juga kaget. “Iya ya padahal Mama ga liat.”

Kami pun tertawa bersama.

Naluri seorang Ibu.




Mei, 2021


Preparation

21.05

Here it comes the day,

the one that I’m waiting for.

Alhamdulillah, saat Yudisium Profesi pada tanggal 12 April 2021 kemarin aku dinyatakan sebagai Lulusan Terbaik 1. Selama koas, jujur yang ada di otakku adalah aku pengen jadi spesialis anak, bukan pengen ini itu. Tapi ternyata Allah Maha Baik, Allah justru memberikan aku balasan atas apa yang telah aku lalui selama ini, dan balasannya bener-bener tidak aku sangka-sangka. Seperti kata kakakku, "Jalannya tidak mudah, tapi Allah Maha Pemurah." 

:")))

Namun, perjuangan tidak berhenti sampai disitu.

Ada ujian yang menunggu, sekarang aku berasa anak SMA yang persiapan ikut UN. Bedanya kalo SMA UNnya cuma 6 mata pelajaran, kalo ini 13 mata pelajaran wkwkwk

Bismillah, aku selalu percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Manusia mungkin tidak melihat usaha kita, tapi Allah Maha Melihat. Bismillah untuk ujian yang sebentar lagi akan datang. Semoga Allah memberikan yang terbaik.

Sincerely,

Gelar dokter menunggu.


April, 2021